<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>FISIPOL - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</title>
	<atom:link href="http://fisipol.uki.ac.id/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fisipol.uki.ac.id</link>
	<description>Universitas Kristen Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Apr 2012 08:48:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Diskusi Politik &#8220;Kebebasan dan Kerukunan Beragama di Indonesia&#8221;</title>
		<link>http://fisipol.uki.ac.id/?p=261</link>
		<comments>http://fisipol.uki.ac.id/?p=261#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Apr 2012 09:58:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fisipol.uki.ac.id/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[FISIPOL UKI bekerjasama dengan PGI Wilayah DKI Jakarta dan Kelompok Kerja Kebebasan Beragama dan Pluralisme Panitia Konferensi Transformasi Indonesia (KTI) akan mengadakan Diskusi Politik dengan tema &#8220;KEBEBASAN DAN KERUKUNAN BERAGAMA DI INDONESIA&#8221; yang akan diadakan pada: Hari/Tanggal: Jumat, 20 April 2012 Pukul: 14.00 &#8211; selesai Tempat: Ruang seminar lantai 3 Kampus UKI Cawang Jakarta Timur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><a href="http://fisipol.uki.ac.id/wp-content/uploads/2012/04/kerukunan.jpg"><img class="size-medium wp-image-262 aligncenter" title="Kebebasan dan Kerukunan" src="http://fisipol.uki.ac.id/wp-content/uploads/2012/04/kerukunan-300x216.jpg" alt="" width="262" height="195" /></a><strong>FISIPO</strong><strong>L UKI</strong> bekerjasama dengan <strong>PGI Wilayah DKI Jakarta</strong> dan <strong>Kelompok Kerja Kebebasan Beragama dan Pluralisme Panitia Konferensi Transformasi Indonesia (KTI)</strong> akan mengadakan Diskusi Politik dengan tema <strong>&#8220;KEBEBASAN DAN KERUKU</strong><strong>NAN BERAGAMA DI INDONESIA&#8221;</strong> yang akan diadakan pada:</p>
<p style="text-align: left;">Hari/Tanggal: Jumat, 20 April 2012</p>
<p style="text-align: left;">Pukul: 14.00 &#8211; selesai</p>
<p style="text-align: left;">Tempat: Ruang seminar lantai 3 Kampus UKI Cawang Jakarta Timur</p>
<p style="text-align: left;">Pembicara:</p>
<ol style="text-align: left;">
<li>Biksu Gunabadra Mahastavira;</li>
<li>Romo Yohanes Kristo, OFM;</li>
<li>Pdt. Supriatno, M.Th;</li>
<li>Pedande Made Sugita;</li>
<li>Ahmad Suady;</li>
<li>Merphin Panjaitan, M.Si</li>
</ol>
<p style="text-align: left;">Moderator: D. Parlindungan Sitorus, SH, MS (Dekan FISIPOL UKI)</p>
<p style="text-align: left;">Diskusi Politik ini juga menjadi Pra Konferensi Transformasi Indonesia yang akan diadakan pada tanggal 7-9 Mei 2012 di Bandung.</p>
<p style="text-align: left;">Diskusi ini terbuka untuk umum.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fisipol.uki.ac.id/?feed=rss2&#038;p=261</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;MENCARI SI JONAHA&#8221;</title>
		<link>http://fisipol.uki.ac.id/?p=256</link>
		<comments>http://fisipol.uki.ac.id/?p=256#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2012 03:32:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fisipol.uki.ac.id/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Program Studi Ilmu Komunikasi FISIPOL UKI bekerjasama dengan YAKOMA-PGI akan mengadakan Pementasan Opera Batak dengan Judul &#8220;MENCARI SI JONAHA&#8221; yang akan ditampilkan dalam versi: Simalungun, Samosir, Karo dan Pakpak. Kegiatan ini akan dilakukan di Universitas Kristen Indonesia pada selasa, 3 April 2012, pukul 14.00 -17.00 WIB. Kegiatan ini terbuka untuk umum. &#160; &#160; &#160;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fisipol.uki.ac.id/wp-content/uploads/2012/04/BrosurOperaBatakresized.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-257" title="BrosurOperaBatak(resized)" src="http://fisipol.uki.ac.id/wp-content/uploads/2012/04/BrosurOperaBatakresized-212x300.jpg" alt="" width="212" height="300" /></a><span style="color: #ff0000;">Program Studi Ilmu Komunikasi FISIPOL UKI bekerjasama dengan YAKOMA-PGI akan mengadakan Pementasan Opera Batak dengan Judul <strong>&#8220;MENCARI SI JONAHA&#8221;</strong> yang akan ditampilkan dalam versi: Simalungun, Samosir, Karo dan Pakpak.</span></p>
<p><span style="color: #ff0000;">Kegiatan ini akan dilakukan di Universitas Kristen Indonesia pada selasa, 3 April 2012, pukul 14.00 -17.00 WIB. Kegiatan ini terbuka untuk umum.<br />
</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fisipol.uki.ac.id/?feed=rss2&#038;p=256</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>C.P.F Luhulima dalam &#8216;Eksplorasi Studi Asia Tenggara&#8217;</title>
		<link>http://fisipol.uki.ac.id/?p=250</link>
		<comments>http://fisipol.uki.ac.id/?p=250#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Mar 2012 12:02:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fisipol.uki.ac.id/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[ IAS (Institute of ASEAN Studies) FISIPOL UKI mengadakan The First Roundtable Discussion tentang &#8220;Eksplorasi Studi Asia Tenggara: Relevansi, Pendekatan, Tantangan dan Peluang&#8221; pada selasa, 20 Maret 2012 dengan narasumber utama C.P.F Luhulima yang merupakan peneliti senior LIPI sekaligus penggagas terbentuknya ASEAN. Dalam paparannya, Luhulima mengatakan bahwa, secara politik Asia tenggara menjadi penting bagi negara-negara ASEAN [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fisipol.uki.ac.id/wp-content/uploads/2012/03/IMG_00821.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-251" title="IMG_0082" src="http://fisipol.uki.ac.id/wp-content/uploads/2012/03/IMG_00821-300x200.jpg" alt="" width="270" height="180" /></a> IAS (Institute of ASEAN Studies) FISIPOL UKI mengadakan The First Roundtable Discussion tentang &#8220;Eksplorasi Studi Asia Tenggara: Relevansi, Pendekatan, Tantangan dan Peluang&#8221; pada selasa, 20 Maret 2012 dengan narasumber utama C.P.F Luhulima yang merupakan peneliti senior LIPI sekaligus penggagas terbentuknya ASEAN.</p>
<p>Dalam paparannya, Luhulima mengatakan bahwa, secara politik Asia tenggara menjadi penting bagi negara-negara ASEAN sebagai benteng dan pangkalan kuat untuk menghadapi pengaruh atau intervensi dari luar. Menurut Luhulima, tantangan pengembangan studi wilayah sebaiknya dilakukan pada tingkat Strata 2 karena sifat multidisiplin ilmu.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan FISIPOL, Direktur IAS, dosen Prodi HI &amp; Prodi IKOM serta mahasiswa-mahasiswa Prodi HI yang tertarik mengenail Asia Tenggara.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fisipol.uki.ac.id/?feed=rss2&#038;p=250</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LKMM-TD 2012 FISIPOL UKI</title>
		<link>http://fisipol.uki.ac.id/?p=232</link>
		<comments>http://fisipol.uki.ac.id/?p=232#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Mar 2012 09:28:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fisipol.uki.ac.id/?p=232</guid>
		<description><![CDATA[Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) FISIPOL UKI dengan tema &#8220;From Impossible to I am Possible&#8221; dilaksanakan di Cibodas Jawa Barat, 27 &#8211; 29 Februari 2012. Materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah: Dasar-dasar Kepemimpinan Kristiani; Dasar-dasar Organisasi dan Administrasi Umum; Perencanaan Program Kerja; Penyusunan Proposal Kerja; Motivasi Kepemimpinan. LKMM-TD ini diikuti oleh mahasiswa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fisipol.uki.ac.id/wp-content/uploads/2012/03/IMG_00163.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-240" title="IMG_0016" src="http://fisipol.uki.ac.id/wp-content/uploads/2012/03/IMG_00163-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) FISIPOL UKI dengan tema <strong><em>&#8220;From Impossible to I am Possible&#8221;</em></strong> dilaksanakan di Cibodas Jawa Barat, 27 &#8211; 29 Februari 2012.</p>
<p>Materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah:</p>
<ol>
<li>Dasar-dasar Kepemimpinan Kristiani;</li>
<li>Dasar-dasar Organisasi dan Administrasi Umum;</li>
<li>Perencanaan Program Kerja;</li>
<li>Penyusunan Proposal Kerja;</li>
<li>Motivasi Kepemimpinan.</li>
</ol>
<p>LKMM-TD ini diikuti oleh mahasiswa Angkatan 2011, Angkatan 2010 dan Angkatan 2009 yang dipersiapkan untuk kaderisasi organisasi kemahasiswaan di FISIPOL seperti BPM (Badan Perwakilan Mahasiswa), Senat Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional (HIMAHI) dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM). Disamping itu, mempersiapkan mahasiswa-mahasiswa sebagai pemimpin di masa sekarang maupun di masa yang akan datang yang berdasarkan pada nilai-nilai kristiani.</p>
<p>LKMM-TD ini diawali dengan ibadah pembukaan, dan pembukaan oleh Dekan FISIPOL UKI (D. Parlindungan Sitorus, SH, MS) dilanjutkan dengan pemberian materi-materi LKMM-TD oleh Audra Jovani, MPS; Linda S. Paembonan, M.Si; Chontina Siahaan, M.Si dan dr. Siswo P Susanto, Sp. Forensik, M.H&#8217;Kes beserta team (AMT &#8211; Achievement Motivation Training), talent snow, presentasi proposal yang akan menjadi program kerja pada organisasi kemahasiswaan tahun 2013, reward dan ditutup ibadah penutup.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fisipol.uki.ac.id/?feed=rss2&#038;p=232</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prodi HI peringati hari HAM</title>
		<link>http://fisipol.uki.ac.id/?p=177</link>
		<comments>http://fisipol.uki.ac.id/?p=177#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 11:31:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fisipol.uki.ac.id/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[HARI HAM DI UKI. Michele Zaccheo (kiri) Direktur United Nations Information Centre (UNIC), Johny Nelson Simanjuntak (kedua kiri) mewakili Komnas HAM, D.Parlindungan Sitorus (Dekan FISIPOL UKI), dan Mudaffar Sjah,Anggota DPD-RI (paling kanan) menyalakan lilin, memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM), Selasa, (13/12) siang di Kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI), Cawang, Jaktim. Penyalaan lilin itu dilakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fisipol.uki.ac.id/wp-content/uploads/2012/01/Fisipol-UKI-ham.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-178" title="Fisipol UKI ham" src="http://fisipol.uki.ac.id/wp-content/uploads/2012/01/Fisipol-UKI-ham-300x175.jpg" alt="" width="300" height="175" /></a>HARI HAM DI UKI. Michele Zaccheo (kiri) Direktur United Nations Information Centre (UNIC), Johny Nelson Simanjuntak (kedua kiri) mewakili Komnas HAM, D.Parlindungan Sitorus (Dekan FISIPOL UKI), dan Mudaffar Sjah,Anggota DPD-RI (paling kanan) menyalakan lilin, memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM), Selasa, (13/12) siang di Kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI), Cawang, Jaktim. Penyalaan lilin itu dilakukan bersamaan dengan SEMINAR NASIONAL Memperingati Hari HAM yang diselenggarakan oleh Program Studi Hubungan Internasional FISIPOL UKI bekerjasama dengan UNIC.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fisipol.uki.ac.id/?feed=rss2&#038;p=177</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ASEAN dan Kehadiran Militer AS di Darwin</title>
		<link>http://fisipol.uki.ac.id/?p=165</link>
		<comments>http://fisipol.uki.ac.id/?p=165#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 11:21:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fisipol.uki.ac.id/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta-Tabloid ASWA, Di tengah kerja keras dan usaha ASEAN mewujudkan integrasi regional di bawah kepemimpinan Indonesia dengan berbagai pertemuan tingkat tinggi selama 2011, kita dihenyakkan oleh berita mengejutkan mengenai konfirmasi kehadiran militer Amerika Serikat  di ‘halaman belakang’ Indonesia, yaitu di Darwin Australia. (JP 11/18/11) . The JP memuat headline besar “RI ‘Vigilant’ on Darwin Plan” [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_166" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://fisipol.uki.ac.id/wp-content/uploads/2011/11/UKI-ASWA.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-166" title="UKI-ASWA" src="http://fisipol.uki.ac.id/wp-content/uploads/2011/11/UKI-ASWA-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Kehadiran militer AS di Darwin</p></div>
<p><strong>Jakarta-Tabloid ASWA</strong>, Di tengah kerja keras dan usaha ASEAN mewujudkan integrasi regional di bawah kepemimpinan Indonesia dengan berbagai pertemuan tingkat tinggi selama 2011, kita dihenyakkan oleh berita mengejutkan mengenai konfirmasi kehadiran militer Amerika Serikat  di ‘halaman belakang’ Indonesia, yaitu di Darwin Australia. (JP 11/18/11) . The JP memuat headline besar “RI ‘Vigilant’ on Darwin Plan” disertai dengan peta basis militer AS di Darwin, Australia.</p>
<p>Sebelum hadir di pertemuan EAS ke-6 (The East Asia Summit) pada Nopember 2011 di Nusa Dua Bali, Presiden Barack Obama singgah di Australia dan mengumumkan kesepakatan baru dengan Australia, yang dianggap banyak kalangan sebagai suatu bentuk keamanan strategis menentang anggota EAS lain yaitu China.</p>
<p>Forum EAS adalah suatu pertemuan yang diadakan setiap tahun oleh para pemimpin 16 negara di wilayah Asia Timur dan diadakan setelah pertemuan tahunan ASEAN ditambah China, Jepang, Korea Selatan, India, Australia dan artaSelandia Baru. Dalam pertemuan ini dua anggota baru hadir yaitu Rusia dan Amerika Serikat.</p>
<p><span id="more-165"></span></p>
<p>Prioritas agenda EAS dalam pertemuan tersebut adalah memperkuat keamanan kolektif (collective security) di kawasan Asia Timur, mengembangkan kemitraan ekonomi antar negara EAS, kerjasama isu lintas negara seperti perubahan iklim dan alokasi energi, dan evolusi arsitektur EAS.</p>
<p>Mengapa kehadiran AS di Darwin menimbulkan berbagai interpretasi? Secara geopolitik AS hadir di Asia Tenggara di tengah gejolak ketegangan di Laut China Selatan antara China vs Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei mengenai tumpang tindih klaim perbatasan laut antar negara mereka. Filipina – yang menyadari akan kelemahan posisi tawarnya menghadapi China berhasil ‘menarik’ Amerika Serikat, berupa dukungan Hillary Clinton dalam penandatanganan deklarasi 60 tahun perjanjian keamanan antara Amerika Serikat dan Filipina. ASEAN dalam kapasitas regionalnya sedang mencari formula penyelesaian bersama berupa perundingan berdasar pada Code of Conduct  (Kode Etik Berperilaku) yang disepakati bersama; meskipun China ingin masalah klaim diselesaikan secara individual antar dua negara, tidak dalam forum semacam EAS. (KP 18/11/11).</p>
<p>Pada Rabu 16 Nopember 2011 Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Perdana Menteri Australia Julia Gillard mengeluarkan rancangan untuk memperdalam kehardiran militer AS di kawasan Asia Pasifik dengan mengoperasikan pangkalan militer AS, tepatnya di Robertson Barracks, Darwin. Rotasi pasukan akan mulai pertengahan 2012 mencapai total 2500 personil termasuk peralatan militer, kapal, kapal terbang dan peningkatan pelatihan militer di Australia Utara, yang hanya berjarak 820 km dari perbatasan Indonesia.</p>
<p>Bagi Amerika Serikat, kawasan Asia Tenggara yang merupakan bagian dari kawasan Asia Pasifik mempunyai daya tarik tersendiri baik secara geografi, politik, ekonomi maupun jalur kelautan. Lebih dari 80% ekspor impor Amerika diangkut melalui kawasan ini (KP 19/11/11). Asia sekarang merupakan “center of grafity” perkembangan ekonomi setelah Eropa dan Amerika Serikat terbelit krisis ekonomi berkepanjangan. Penarikan mundur pasukan dari Afganistan serta “kebangkitan China” di bidang ekonomi dan militer menyebabkan Amerika Serikat kembali harus fokus menjaga kepentingannya di Asia Tenggara. “Re-engagement” inilah yang dipandang oleh sebagian pihak sebagai hal yang mampu mengimbangi China, tapi di lain pihak akan menimbukkan “ketegangan” baru di tengah usaha ASEAN menjadikannya zona Damai, Bebas dan Netral (ZOPFAN – Zone of Peace, Freedom and Neutrality). Sangat jelas pula bahwa pangkalan militer Darwin akan melengkapi pangkalan militer AS yang lain yang sudah beroperasi sejak akhir Perang Dunia II yaitu di Okinawa dan Guam.</p>
<p>Bagi Australia, sindrom ancaman dari utara lah yang merupakan pendorong utama mengundang basis militer Amerika Serikat. Australia sebagai benua besar boleh dikata “kosong” penduduknya terutama di bagian utara dan tengah. Persepsi ancaman utama bagi Australia adalah China dan Australia membentuk konsep pertahanan dengan rentang garis pertahanan yang amat luas, mencapai 3000 km ke utara (KP 19/11/11).</p>
<p>Indonesia sebagai negara yang paling berkepentingan, karena letaknya bertetangga dengan Australia, menyatakan keprihatinannya. Seperti dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, “the US-Australian agreement could provoke a reaction and counter reaction that would create a vicious cycle of tensions and mistrust”. (JP 18/11/11). Suatu pernyataan yang mengkomunikasikan kepada AS bahwa Indonesia tidak akan membiarkan kawasannya dijadikan ajang perang ”antara AS-China”.</p>
<p>Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menyatakan bahwa rencana semacam itu harus dibicarakan dengan negara yang terkait, termasuk Indonesia dan pembicaraan antar pemerintah amat penting untuk mencari solusi.  Meskipun secara militer Indonesia sudah mulai menghitung dampak potensial dengan adanya rencana tersebut.</p>
<p>Di lain pihak posisi Timor Leste juga perlu diwaspadai. Sebagai negara yang hidupnya ditopang oleh berbagai negara yang bersimpati, termasuk yang terbesar dari Australia, maka kepentingan Australia dalam hal ekonomi maupun kemananan di Timor Leste tidak terelakkan lagi. Di bidang ekonomi berbagai usaha didirikan termasuk ekplorasi cadangan minyak dan di bidang militer berupa akses pada posisi strategis Timor Leste – sebagai pintu gerbang ke Indonesia.</p>
<p>Akan bernasib bagaimanakan ASEAN di tengah gejolak Asia Tenggara? Kita masih harus melihat berbagai manuver negara besar dan yang berkepentingan menarik dukungan negara besar demi kepentingan nasionalnya. Tidak terkecuali negara-negara anggota ASEAN sendiri.  Who knows?</p>
<p>(Sinta H)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fisipol.uki.ac.id/?feed=rss2&#038;p=165</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyoal demonstrasi mahasiswa: krisis identitas?</title>
		<link>http://fisipol.uki.ac.id/?p=160</link>
		<comments>http://fisipol.uki.ac.id/?p=160#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 11:12:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fisipol.uki.ac.id/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta-Tabloid ASWA, Seperti yang dipesan oleh Sutan Syahrir kepada Subadio Sastrosatomo di penjara Madiun (1963) bahwa penyelesaian revolusi Indonesia adalah di tangan kaum muda kita. Mereka adalah yang menentukan hari depan bangsa dan tanah air. Karena itu engkau jangan meremehkan mereka bimbinglah mereka ke jalan yang benar ialah jalan pembaharuan menuju masyarakat adil dan makmur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_161" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://fisipol.uki.ac.id/wp-content/uploads/2011/11/demo-2.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-161" title="demo 2" src="http://fisipol.uki.ac.id/wp-content/uploads/2011/11/demo-2-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Mahasiswa yang sedang berdemo</p></div>
<p><strong>Jakarta-Tabloid ASWA</strong>, Seperti yang dipesan oleh Sutan Syahrir kepada Subadio Sastrosatomo di penjara Madiun (1963) bahwa penyelesaian revolusi Indonesia adalah di tangan kaum muda kita. Mereka adalah yang menentukan hari depan bangsa dan tanah air. Karena itu engkau jangan meremehkan mereka bimbinglah mereka ke jalan yang benar ialah jalan pembaharuan menuju masyarakat adil dan makmur tanpa penghisapan dan penindasan.</p>
<p>Namun perlu juga diketahui, kita harus belajar dari “cara belajar” para pemimpin pergerakan terutama pada periode pra-kemerdekaan, bahwa mereka tetap tekun belajar sendiri atau bersama-sama mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus terus mendalami dan mempertajam pengertian terhadap realitas masalah masyarakatnya secara keseluruhan, yang kemudian melahirkan sikap dan tindakan yang tepat dan tegas disertai keteguhan watak yang menggairahkan masyarakat umum. Ketiga unsur ini merupakan komponen dari idealism, nasionalisme dan patriotism yang harus dimiliki oleh generasi muda.</p>
<p><span id="more-160"></span></p>
<p>Saya kira, apa yang dipesankan oleh Sutan Syahrir ini masih pantas untuk kita sematkan dalam relung hati sebagai generasi muda masa depan, yang memiliki kegelisahan akan nasib bangsa. Akan tidak berlebihan jika kiranya saya mengingat tahun-tahun gemilangnya para pemuda dahulu, generasi Soekarno dengan dunia yang penuh perjuangan merebut kemerdekaan di tangan para penjajah, generasi Soeharto dengan dunia yang terkoptasi oleh retorika pembangunan dan generasi reformasi dengan dunia yang menumbangkan sang diktator otoriter. Namun generasi demokrasi saat ini sepatutnya lebih baik dari generasi sebelumnya.</p>
<p>Beberapa pekan lalu, sejumlah mahasiswa yang mengaku sebagai kaum aktivis melakukan protes besar-besar di depan kampus Universitas Kristen Indonesia. Isu yang diangkat pun adalah menurunkan RI1 dan RI2 yang tak lain SBY-Boediono. Mereka menuntut SBY-Boediono karena dinilai gagal dalam menjalankan roda pemerintahan dan maraknya kasus korupsi yang tak kunjung diselesaikan.</p>
<p>Dalam semangat anti korupsi yang pekat, kaum aktivis yang tergabung dalam kelompok anti pemerintah korup ini dengan retorika dan dramatisasi menyuarakan hujatan kepada SBY-Boediono. Mereka menyerukan segala kesalahan dan penyelewengan yang dilakukan oleh pemerintah dan merasa mereka adalah orang yang paling bersih dan paling peduli dengan penderitaan rakyat. Hanya ide dan gagasan mereka saja yang murni untuk kemajuan bangsa.</p>
<p>Sepintas, tidak ada yang salah terhadap apa yang mereka suarakan. Berdemonstrasi adalah salah satu ekspresi dalam negara yang menganut demokrasi. Namun saya kira, generasi sekarang, dunianya bukan lagi tentang bambu runcing atau melempar molotof dan bedi membedil atau sekedar membakar ban, tetapi pertarungan ide dan gagasan yang murni dengan tindakan nyata. Jika mahasiswa menggugat dan melihat adanya kebobrokan maka suarakan dengan solusi yang konkret. Tawarkan konsep-konsep yang nyata atas kesewenang-wenangan sebagaimana yang dituntut.</p>
<p>Saya kira sangat tidak etis jika hanya melihat dari sekelumit isu yang dilontarkan oleh media massa atau isu titipan, tetapi perlu pengkajian yang mendalam secara intelektual sebagaimana kaum akademisi berpikir secara kritis. Bukan menjadi masa yang dimobilisasi hanya dengan iming-iming nasionalisme sejati.</p>
<p>Bagaimana pun kebenaran tidak hanya diinginkan satu pihak saja, tetapi setiap kita yang menjadi bagian dari republik ini menginginkan kebenaran dan kesejahteraan itu. Seperti kata Isaiah Berlin yang dikutip Rizal Mallarangeng dalam bukunya “Dari Langit”, karena dalam dunia nyata ada banyak kebenaran yang masing-masing mungkin saling bertentangan karena itu kita harus mencari cara damai dan terlembaga untuk bernegosiasi dan mengambil keputusan yang mengatasnamakan semua.</p>
<p><strong>Krisis identitas yang membelenggu</strong></p>
<p>Dahulu mahasiswa sangat disegani dan diakui, ia menjadi tumpuan harapan bagi masyarakat untuk menyuarakan segala kesewenang-wenangan dari penguasa zaman itu. Mahasiswa yang dianggap lebih mapan dalam berpikir dan mengkritisi sehingga ia mendapat prioritas tinggi dalam tatanan masyarakat.</p>
<p>Seymour M Lipset mencatat dalam bukunya “student and politics in comparative perspective” (1987) menggambarkan keberhasilan gerakan mahasiswa Indonesia tahun 1966 dalam menggulingkan Soekarno, sejajar dengan kesuksesan mahasiswa Argentina menggulingkan Juan Peron (1955) dan juga mahasiswa Venezuela yang menumbangkan Presiden Peres Jimenes (1958).</p>
<p>Sekarang ini demonstrasi mahasiswa bukan bertindak untuk melindungi dan memperjuangkan kepentingan rakyat, tatkala aksi demonstrasi malah merugikan rakyat dengan pengrusakan terhadap fasilitas umum, kemacetan lalu lintas, dan lain sebagainya. Kesadaran kritis yang seharusnya dimiliki oleh para mahasiswa yang menyebut diri mereka sebagai kaum aktivis ini pun terdegradasi. Krisis identitas pun terjadi. Jika daya kritis mahasiswa tumpul maka apa arti perjuangan itu? Apa makna demonstrasi itu? Atau hanya sekedar teriakan-teriakan kosong belaka?</p>
<p>Menurut hemat saya, mahasiswa yang mengaku dirinya sebagai kaum aktivis saat ini kurang memahami apa yang sebenarnya ia perjuangkan. Seharusnya perlu disadari bahwa gerakan mahasiswa yang berwujud dalam demonstrasi tidak semata-mata perjuangan moral tetapi saat ini sudah menjelma menjadi perjuangan politik. Pemahaman yang kurang ini didasari pula lemahnya daya kritis dan kurangnya wawasan dalam melihat realitas yang sebenarnya.</p>
<p>Kepentingan politik terselubung juga tak kalah menyudutkan identitas mahasiswa sebagai seorang yang idealis. Sudah menjadi rahasia umum, bisa dihitung demonstrasi yang benar-benar murni dari gagasan mahasiswa bukan sekedar isu titipan yang dimobilisasi oleh partai-partai politik.</p>
<p><strong>Demonstrasi mahasiswa perlu dikoreksi</strong></p>
<p>Memang benar dalam sejarah perubahan rezim, peran mahasiswa tidak diragukan. Ia menjadi motor penggerak arah perubahan yang cita-citakan untuk menyejahterakan rakyat. Walaupun begitu, aksi atau demonstrasi mahasiswa tersebut masih harus dikoreksi. Bukan tidak terdapat kekurangan dan kegagalan yang pernah dirintis oleh para pendahulu. Mereka juga banyak membuat kesalahan. Seperti yang ditulis oleh Denny J.A,  gerekan mahasiswa era 80-an yang mengalami kegagalan karena tidak menyadari bahwa gerakan mahasiswa pertama-tama adalah gerakan politik.</p>
<p>Pramoedya Ananta Toer pernah mengatakan bahwa keberanian mengoreksi segala kekurangan dan kekeliruan yang mencolok menjadi modal utama bagi generasi muda sekarang. Bisa saja dibuat daftar kekurangan atau kekeliruan angakatan-angkatan terdahulu yang kalian perlu koreksi. Tanpa keberanian mengoreksi, kalian hanya akan diperlakukan sebagai ternak belaka: dibohongi, digiring kesana kemari atau bisa saja digiring ke pembantaian.</p>
<div class="mceTemp" style="text-align: center;">
<p style="text-align: left;" align="center"><em><strong>Oleh: Formas Juitan Lase</strong></em></p>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fisipol.uki.ac.id/?feed=rss2&#038;p=160</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kembali Untuk Mengabdi</title>
		<link>http://fisipol.uki.ac.id/?p=151</link>
		<comments>http://fisipol.uki.ac.id/?p=151#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 10:56:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Pers Mahasiswa Aswa Fisipol UKI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fisipol.uki.ac.id/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta- Tabloid ASWA, Setelah empat tahun menuntut ilmu di tanah orang, akhirnya Fikar Damai Setia Gea memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya di “Tano Niha” (tanah nias) tanah leluhurnya. Ia memilih pulang ke desa ombolata, kecamatan Gunung Sitoli, kabupaten Nias, Sumatera Utara, dengan tujuan mengabdi untuk membangun kampung halamannya. Oleh: Formas Juitan Lase Keputusan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_155" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://fisipol.uki.ac.id/wp-content/uploads/2011/11/fikar.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-155" title="fikar" src="http://fisipol.uki.ac.id/wp-content/uploads/2011/11/fikar-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Fikar Damai Setia Gea</p></div>
<p><strong>Jakarta- Tabloid ASWA</strong>, Setelah empat tahun menuntut ilmu di tanah orang, akhirnya Fikar Damai Setia Gea memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya di “Tano Niha” (tanah nias) tanah leluhurnya. Ia memilih pulang ke desa ombolata, kecamatan Gunung Sitoli, kabupaten Nias, Sumatera Utara, dengan tujuan mengabdi untuk membangun kampung halamannya.</p>
<p><em>Oleh: Formas Juitan Lase</em></p>
<p>Keputusan yang ia buat telah bulat untuk kembali ke Nias, meskipun dirasakan prospek kerja di Jakarta sangat menggiurkan. Namun karena kerinduannya melihat tanah nenek moyangnya ini maju seperti daerah-daerah lain maka tekad itu pun akhirnya diwujudkannya.</p>
<p>“Saya memutuskan untuk pulang untuk membangun Nias. Setelah mendapat ilmu di kampus maka harus diterapkan di Nias. Yang jelas Nias masih tertinggal dan siapa lagi yang membangunnya kalau bukan anak daerahnya sendiri,” tutur Fikar.</p>
<p><span id="more-151"></span></p>
<p>Memang, bukan harta yang melimpah yang ia bawa pulang atau emas permata, tetapi hanya sebongkah ilmu untuk diabdikan bagi masyarakat Nias yang masih banyak ketertinggalan di berbagai bidang.</p>
<p>Fikar yang sehari-harinya bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di Dinas Perhubungan, bidang Komunikasi dan Informatika ini memiliki intensitas yang banyak bertemu dengan masyarakat di daerah tertinggal secara langsung.</p>
<p>“Beberapa daerah yang saya kunjungi masih sangat tertinggal, akses jalan masih sangat minim, listrik masih belum masuk dan tentu saja transportasi masih sangat sulit karena akses jalan yang kurang baik,” jelasnya.</p>
<p>Strategi Nasional Pembangunan Daerah Tertinggal yang dibuat oleh Kementerian untuk Pembangunan Daerah Tertinggal merupakan salah satu cara melepaskan desa-desa terpencil dari ketertinggal. Salah satu pogram dari kementerian pembangunan daerah tertinggal (KPDT) itu adalah program sarana dan prasarana perdesaan berupa pengadaan kendaraan roda empat atau roda enam, fasilitas pembangunan jalan, pembangunan sumber listrik desa, dan sarana transportasi sungai.</p>
<p>“Jadi di Nias kita pilih pengadaan kendaraan roda empat dan roda enam untuk membantu masyarakat mengangkut hasil pertanian dan perkebunan mereka,” tambah Fikar yang hobi baca buku ini.</p>
<p>Bukan suatu yang mustahil sebuah mimpi menjadi kenyataan jika memiliki tekad dan kesungguhan hati. Seperti halnya yang diimpikan Fikar saat ini. Harapannya untuk melihat Nias lebih maju dari sekarang dan terlepas dari ketertinggalan, ia wujudkan dengan tindakan nyata.</p>
<p>“Mimpi saya sangat besar untuk Nias. Saya berharap fasilitas dasar seperti jalan bisa dibangun hingga seluruh pelosok, fasilitas penerangan berupa listrik juga seharusnya sudah dapat diakses semua kalangan,” jelasnya.</p>
<p>Ia juga mengatakan fasilitas air bersih masih belum dapat dinikmati oleh masyarakat Nias, pengelolaan pertanian dan perkebunan yang masih tradisional, pengembangan usaha-usaha mikro berbasis sumber daya alam masih sangat minim dan harapan terbesarnya adalah seluruh masyarakat dapat mengenyam pendidikan sampai setinggi-tingginya.</p>
<p>Menjadi suatu kebanggaan tersendiri ketika bisa berbagi kepada masyarakat dan melakukan sesuatu tindakan nyata untuk kesejahteraan rakyat. Demikian juga halnya yang dialami oleh Fikar. Bagi dia menjadi sumber informasi, sumber inspirasi dan penyemangat bagi masyarakat memiliki kebanggaan tersendiri.</p>
<p>“Saya bisa merasakan betapa sangat berharapnya mereka untuk bisa cepat keluar dari ketertinggalan mereka. Namun, program pembangunan dari pemerintah sendiri masih jauh dari harapan untuk menyentuh daerah mereka,” jujurnya.</p>
<p><strong>Salah Kostum</strong></p>
<p>Takubahnya sebagai Pegawai Negeri Sipil yang bertugas di kantor dengan pakaian dinas yang rapi dan bersih menjadi atribut sehari-hari yang digunakan Fikar saat bekerja di Dinas Perhubungan.</p>
<p>“Kami pernah salah kostum ketika melakukan kunjungan ke lapangan. Kata masyarakat di desa sudah bagus, jadi kami dari kantor seperti hari-hari biasa memakai pakaian dinas dengan pantofel. Setelah mau nyampe di lokasi, mobil ternyata tidak bisa masuk karena jalannya masih rusak. Jadi kita pun buka sepatu, lipat kaki celana dan jalan kaki ke desa. ada sekitar 4 km pulang-pergi,” tuturnya sambil tertawa.</p>
<p><strong>Semangat berbagai</strong></p>
<p>Fikar yang memiliki hobi sepak bola ini tidak pernah berpikir akan menjadi Pegawai Negeri Sipil seperti sekarang, namun ia tetap menjalani profesinya ini untuk kemajuan Nias.</p>
<p>“Waktu masih kecil, cita-cita itu kan seperti biasa klasik, ada yang mau jadi pilot, ada yang mau jadi polisi, ada yang mau jadi dokter, atau yang lain-lain, justru dulu aku mau jadi arsitek,” kenangnya.</p>
<p>Selama belajar di UKI, satu hal yang menjadi penting bagi dia adalah semangat berbagi dan melayani, karena menjadi berdampak bagi orang lain itulah yang sangat penting.</p>
<p>“Menjadi Pegawai Negeri Sipil bukan cita-cita saya, tetapi kalau melalui pekerjaan ini saya dipakai untuk membangun Nias, tentu saja itu saya terima karena itu adalah panggilan saya,” ulasnya.</p>
<p>Menurut Fikar, meskipun bidang konsentrasinya saat belajar di kampus tidak sesuai dengan apa yang dikerjakannya sekarang, namun ia mengatakan ilmu-ilmu tersebut tetap ia gunakan dalam menjalankan tugasnya menghadapi masyarakat.</p>
<p>“Memang sejak kerja di Pemerintah Kabupaten Nias tidak lagi bergelut dengan dunia iklan tetapi paling tidak nilai-nilainya tetap saja saya terapkan,” jelas Fikar Alumni Jurusan Ilmu Komunikasi-Advertising.</p>
<p>Ia juga mengatakan, dalam rangka melakukan sosialisasi di Pemerintahan, mengajukan rencana pembangunan di DPRD misalnya, saya sangat dituntut untuk memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Tujuan advertising adalah agar suatu produk dapat dibeli. Begitu juga di tempat kerja sekarang. Kita harus mampu untuk merencanakan dan mengajukan kegiatan pembangunan kepada DPRD, Pemerintah Provinsi bahkan juga ke Pemerintah Pusat melalui kementerian-kemernterian yang terkait dengan program yang kita buat.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fisipol.uki.ac.id/?feed=rss2&#038;p=151</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UKI memberikan Achievement Award Bidang Riset Sosial dan Komunikasi Politik</title>
		<link>http://fisipol.uki.ac.id/?p=107</link>
		<comments>http://fisipol.uki.ac.id/?p=107#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 09:46:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fisipol.uki.ac.id/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Survei sekarang ini menjadi hal yang sangat di gemari dan menjadi kebutuhan publik. Terbukti dari setiap survei yang dirilis menghiasi headline media baik cetak maupun elektronik, pada tingkat nasional dan daerah. Hasil survey tersebut digunakan oleh pengamat politik, politisi, peneliti, sehingga menambah hiruk pikuknya hasil survei yang dirilis. Di Indonesia, hasil survei berperan sentral dalam pertarungan politik pemilu/pilkada, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman';"><a href="http://fisipol.uki.ac.id/wp-content/uploads/2011/11/UKI-dan-lingkaran-survey.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-55" style="margin: 10px;" title="UKI dan lingkaran survey" src="http://fisipol.uki.ac.id/wp-content/uploads/2011/11/UKI-dan-lingkaran-survey-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Survei </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman';">sekarang ini menjadi hal yang sangat di gemari dan menjadi kebutuhan</span></p>
<div style="font-family: 'Times New Roman'; text-align: left;">publik. Terbukti dari setiap survei yang dirilis menghiasi headline<br />
media baik cetak maupun elektronik, pada tingkat nasional dan daerah.<br />
Hasil survey tersebut digunakan oleh pengamat politik, politisi,<br />
peneliti, sehingga menambah hiruk pikuknya hasil survei yang dirilis.</div>
<div style="font-family: 'Times New Roman'; text-align: left;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN">Di Indonesia, hasil survei </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN">berperan sentral dalam pertarungan politik pemilu/pilkada, dan berhasil membantu<br />
kemenangan presiden dalam pilplres (2004, 2009), kemenangan 21 gubernur<br />
(dari 33 gubernur) dan 50 bupati/walikota. Itu adalah yang tercatat, belum<br />
lagi yang tidak tercatat. Hampir di setiap pemilihan kepala daerah (pilkada) baik<br />
bupati/walikota/gubenur, pemilihan legislatif, terlebih di di pemilihan<br />
presiden (pilpres), diwarnai oleh riset mengenai kondisi politik di<br />
daerah tersebut.</span></div>
<div style="font-family: 'Times New Roman'; text-align: left;"></div>
<div style="font-family: 'Times New Roman'; text-align: left;"><span id="more-107"></span></div>
<div style="font-family: 'Times New Roman'; text-align: left;">Universitas Kristen Indonesia (UKI), sebagai lembaga pendidikan sangat<br />
mengapresiasi  kegiatan &#8211; kegitan survey, dimana hasilnya<br />
dapat digunakan sebagai pembelajaran politik bagi masyarakat. Salah<br />
satunya adalah Lingkaran Survey Indoensia (LSI), yang terpantau aktif<br />
melakukan survey dengan hasil yang akurat.  Untuk itulah UKI<br />
memberikan Achievment Award Bidang Riset Sosial dan<br />
Komunikasi Politik,  kepada LSI, mengingat :=LSI telah<br />
berkontribusi dalam beberapa hal antara lain :</div>
<div style="text-align: justify; font-family: Times New Roman;">
<ol style="text-align: left;">
<li>Membuat survei opini publik dan riset sosial berperan<br />
pentin  dalam dunia politik;</li>
<li>Menjadikan ilmu sosial dan riset ilmiah sebagai alat<br />
prediksi dalam pemilihan;</li>
<li>Mempopulerkan quick count sebagai sarana cepat perhitungan<br />
hasil pemilihan;</li>
<li>Pelopor dan pionir konsultan politik profesional di<br />
Indonesia;</li>
<li>Menjadikan hasil survei sebagai bahan diskusi dan<br />
pembicaraan politik.</li>
</ol>
<p style="text-align: left;">Selain itu terlihat bahwa LSI mampu  :</p>
<ol>
<li style="text-align: left;">Mendemonstrasikan ilmu sosial mampu memprediksi apa yang<br />
belum terjadi melalui aneka publikasi dan iklan prediksi hasil<br />
pilkada/pemilu.</li>
<li style="text-align: left;">Hasil risetnya menarik perhatian publik dengan dimuatnya<br />
hasil riset itu di headline halaman satu koran nasional 7x berturut<br />
turut (Juni – Oktober 2011).</li>
<li style="text-align: left;">Membuat riset berperan sentral dalam pertarungan politik<br />
pemilu/pilkada, dan berhasil membantu kemenangan presiden dalam<br />
pilplres (2004, 2009), kemenangan 21 gubernur (dari 33 gubernur) dan 50<br />
bupati/walikota.</li>
<li style="text-align: left;">Membuat riset ilmu sosial punya harga ekonomis tinggi yang<br />
bersedia dibayar aneka pihak swasta. Selama ini riset ilmu sosial<br />
dinilai kering secara ekonomi.</li>
</ol>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fisipol.uki.ac.id/?feed=rss2&#038;p=107</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Muda, yang berpengaruh</title>
		<link>http://fisipol.uki.ac.id/?p=98</link>
		<comments>http://fisipol.uki.ac.id/?p=98#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 08:59:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fisipol.uki.ac.id/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Setiap negara mempunyai dasar negara, tak terkecuali Tanah Air kita tercinta ini, Indonesia, yakni Pancasila. Rabu (21/9), Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kristen Indonesia (Fisipol UKI) mengadakan seminar bertajuk “Yang muda, yang berpengaruh”. Acara tersebut dihelat dengan tujuan mengimbau dan mengajak kembali para kaum muda agar selalu ingat bahwa keberagaman yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 13px; line-height: 19px; white-space: normal;"><a href="http://fisipol.uki.ac.id/wp-content/uploads/2011/11/uki-pancasila.png"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-102" style="margin: 10px;" title="uki pancasila" src="http://fisipol.uki.ac.id/wp-content/uploads/2011/11/uki-pancasila-150x150.png" alt="" width="150" height="150" /></a>Setiap negara mempunyai dasar negara, tak terkecuali Tanah Air kita tercinta ini, Indonesia, yakni Pancasila. Rabu (21/9), Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kristen Indonesia (Fisipol UKI) mengadakan seminar bertajuk “Yang muda, yang berpengaruh”. Acara tersebut dihelat dengan tujuan mengimbau dan mengajak kembali para kaum muda agar selalu ingat bahwa keberagaman yang ada di tengah-tengah kita sekarang ini, baik perbedaan suku, ras, etnis, ataupun agama, tetap saja kita adalah satu bangsa yang harus menjaga sikap persatuan dan kesatuan.</span></pre>
<pre><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 13px; line-height: 19px; white-space: normal;"><span id="more-98"></span></span></pre>
<div style="font-family: Times New Roman; text-align: justify;">Dihadiri oleh ratusan mahasiswa Fisipol UKI yang antusias saat mengikuti berbagai rangkaian acara tersebut membuat suasana ‘muda’ yang penuh semangat pun tak luntur hingga di akhir acara. Romo Frans diundang sebagai salah satu pembicara tak lupa menuturkan bahwa negara modern pasca tradisional mempunyai 5 unsur, yakni tiga diantaranya adalah etis yang tercakup didalamnya adalah kebebasan beragama, kemanusiaan yang adil dan beradab (HAM) dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan.<br />
Unsur yang kedua adalah nasionalisme lebih kuat dari kapitalisme dan teritorial berdasarkan kebangsaan, untuk saat ini ada tiga tantangan yang dihadapi Indonesia yaitu ketidakadilan sosial, ekstrimisme dan korupsi. Dengan adanya seminar tersebut diharapkan setiap generasi memaknai dasar negara yaitu pancasila agar negara bebas dari korupsi, kebobrokan moralitas, kesembrautan dan ketidakadilan</div>
<div style="font-family: Times New Roman; text-align: justify;">Sedangkan seorang pembicara lain, seorang budayawan asal Jerman mengungkapkan mengenai makna Pancasila adalah untuk persatuan bangsa Indonesia yang terkesan dengan kesetiaan dan konsensus yang bertujuan agar mayoritas dapat membangun negara dari atas perbedaan tanpa ada diskriminasi.<br />
Di penghujung acara, seorang mahasiswa Fisipol Daniel Pieters menyumbangkan sebuah lagu dari daerah ambon berjudul ‘Gandonge’. “Inti lagu tersebut bahwa dalam hidup ini kita harus hidup saling bergandengan tanpa melihat suku, ras dan agama seperti semboyan negara kita juga adalah bhineka tunggal ika memiliki makna walupun berbeda tetap satu jua,” kata mahasiswa yang satu ini dengan bersemangat ketika dimintai pendapatnya oleh tim reporter seusai acara. (PG/Nad).</div>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fisipol.uki.ac.id/?feed=rss2&#038;p=98</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

