E-mail: fisipol@uki.ac.id | Call: +021-80886884  

BEDAH BUKU "POLITIK LINGKUNGAN INDONESIA"

 

OK

 

JAKARTA- Program Studi  Ilmu Politik, FISIPOL UKI telah melaksanakan acara Bedah Buku dengan topik “Politik Lingkungan Indonesia: Teori dan Studi Kasus” Acara ini berlangsung melalui aplikasi Zoom pada Rabu 17 Juni 2020, Pukul 14.00 WIB. Adapun narasumber sebagai pembedah dalam  buku Politik Lingkungan Indonesia yaitu;

  1. Gian Tue Mali ( Ketua Prodi Ilmu Politik UKI Jakarta)
  2. Budi Chrismanto Sirait (Dosen Ilmu Pilitik UKI Jakarta)
  3. Yuyun Harmono (WALHI)

Verdinand Robertua sebagai penulis buku menjadi penanggap dan moderator dalam acara ini adalah Theresia Kurniaty.

Sebagai pembedah pertama dalam bedah buku Politik Lingkungan Indonesia, Budi Sirait mengatakan bahwa buku ini merupakan buku yang relevan bagi sebuah universitas yang  memiliki program studi ilmu politik.  Kajian ilmu politik memang sangat luas, bahkan bidang-bidang ilmu politik mampu mengkaji ilmu-Ilmu lainya.

Karakter pertama yang menjadi pembahasan di dalam buku ini adalah penjelasan secara rinci tentang permasalahan yang terjadi selama implementasi politik lingkungan di Indonesia. “Dalam buku ini juga mendeskripsikan banyak kasus-kasus yang menarik yang berkaitan dengan masalah atau kendala-kendala yang dihadapi di lapangan”, ujar Budi.

Pengelolahan sumber daya alam menjadi penting untuk dibahas secara bersama-sama karena negara membutuhkan kemampuan dari anak bangsa untuk mengelola semaksimal mungkin kekayaan alam negara, dan hal ini juga memang sudah tertuang di undang-undang dasar, dimana kekayaan yang terdapat dalam sebuah negara dikelola oleh negara .

“Buku ini juga menjelaskan tentang pencemaran lingkungan yang ditayangkan dalam film Sexy Killers. Kesuksesan film Sexy Killers menjadi momentum yang tepat bagi Pemerintah Indonesia agar lebih serius menghadap masalah lingkungan yang dihadapi masyarakat Indonesia”, jelas budi.

Selanjutnya pembedah buku kedua yaitu Gian. Ia mengatakan ada tiga perspektif yang terdapat dalam buku ini yaitu; ilmu pengetahuan, ekonomi dan etika lingkungan. Bagi Gian, buku ini cukup komprehensif dilihat dari sisi teori dan sisi pendekatan.

Yuyun Harmono melihat bahwa buku ini memang lebih condong menggunakan pendekatan perspektif lingkungan. Hal ini dibuktikan dengan kasus dan isu yang diangkat oleh penulis.

OK

Sebagai penanggap Verdinand menegaskan, bahwasanya subjek utama dalam perlindungan lingkungan hidup adalah manusia, bukan ekosistemnya. Kalau manusia tidak merasa memiliki lingkungan hidup tersebut pasti akan terjadi konflik. Sebaliknya, apabila manusia diberdayakan, diberi informasi, diberi kekuatan, bahwa alam itu milik mereka maka implementasi pembangunan ekonomi berkelanjutan tidak akan sulit.

Hak Cipta © Universitas Kristen Indonesia