E-mail: fisipol@uki.ac.id | Call: +021-80886884  

Departemen 3 Senat Mahasiswa FISIPOL UKI, laksanakan kegiatan PkM di tengah situasi pandemi Covid-19.

Jakarta - Di tengah situasi pandemi Covid-19, Departemen 3 (bidang Pengabdian Kepada Masyarakat) Senat Mahasiswa FISIPOL UKI kembali menyelenggarakan PkM “Peduli Covid-19 Kepada Panti Asuhan Yayasan Bhakti Luhur Cabang Pamulang”. Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi dari Tri Dharma Perguruan tinggi di Indonesia untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Di samping itu kegiatan ini dilakukan untuk mewujudkan motto UKI sendiri yakni, “Melayani bukan Dilayani”. Kegiatan tersebut dilaksanakan  pada Jumat, 12 Maret 2020. Meskipun kegiatan dilaksanakan secara terjun ke lapangan, para panitia PkM tetap mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan/membawa hand sanitizer.

PkM kali berlangsung dengan mematuhi protokol kesehatan dengan sangat ketat, khusus nya dari pihak yayasan memberikan aturan untuk tidak memperbolehkan melaksanakan acara atau kegiatan apapun yang memicu kerumunan.   Hal ini lah yang membuat panitia PkM tidak dapat bertemu secara langsung dengan anak-anak di panti asuhan. Di samping itu, sekitar 78 orang (anak-anak) di panti asuhan telah teridentifikasi terkena Covid-19.

Koordinator Departemen 3 Senat Mahasiswa sekaligus ketua pelaksana PkM, Tiolas Sitanggang mengatakan bahwa PkM ini merupakan tindakan kita sebagai sesama manusia untuk saling peduli dan mempererat silaturahmi  kami mahasiswa Fisipol UKI dengan anak-anak yang berada di panti asuhan Yayasan Bhakti Luhur. Meskipun tidak bertemu secara langsung dengan anak-anak panti asuhan  tidak menurunkan niat kami  untuk tetap melakukan PkM.

“Di samping itu, PkM ini juga bertujuan untuk meringankan sedikit beban panti asuhan, apalagi di tengah situasi pandemi ini, perekonomian masyarakat menurun drastis” ujar Tiolas.

  

Adapun bantuan yang diberikan berupa donasi uang tunai, sembako (beras, makanan, dan minyak), pakaian layak pakai, hand sanitizer, buku, sabun, desinfektan, masker  dan vitamin.

“Bantuan ini diperoleh dari hasil donasi yang dibuka sejak awal bulan Januari 2021 serta dukungan dari FISIPOL UKI. Mudah-mudahan dengan bantuan ini dapat  meringankan beban panti asuhan. Jangan dilihat nilainya tetapi lihatlah sebagai  bentuk kepedulian kami terhadap anak-anak di panti asuhan ini” kata Tiolas saat proses penyerahan bantuan.

Sementara itu, Perwakilan Panti Asuhan Bhakti Luhur yaitu Suster Yustin menyampaikan ucapan terima kasih nya kepada panitia atas sumbangan yang diberikan. 

“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dan sumbangan yang diberikan oleh kakak UKI kepada anak-anak di panti asuhan ini. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami, dan kami akan menggunakan bantuan ini untuk meneruskan dan mengembangkan karya Bhakti Luhur untuk tetap melayani, merawat dan mendidik anak-anak yang berkebutuhan khusus, miskin dan terlantar” Kata Suster Yustin saat penerimaan bantuan sembako.

Setelah penyerahan bantuan sembako, panitia PkM yang terdiri  dari 6 orang  mewawancarai Suster Yustin selaku perwakilan panti asuhan. Pada saat wawancara berlangsung, Suster Yustin mengatakan bahwa Yayasan Bhakti Luhur merupakan Yayasan yang bergerak dalam bidang sosial yang menangani dan melayani anak-anak berkebutuhan khusus, baik fisik maupun mental, miskin dan terlantar. Ia juga menceritakan bahwa awalnya gedung atau rumah Panti Asuhan Yayasan Bhakti Luhur Cabang Pamulang ini merupakan hasil pemberian dari keluarga dermawan.

“kami diberikan pinjaman beberapa rumah di pamulang, dan rumah tersebut kami jadikan sebagai tempat tinggal anak-anak berkebutuhan khusus seperti (Tunanetra, Epilepsi, Katarak, Bibir sumbing), miskin, dan terlantar” kata Yustin saat diwawancarai.

Panti Asuhan Yayasan Bhakti Luhur menampung anak-anak dari berbagai suku, ras, golongan, agama. Meskipun memiliki latar belakang yang berbeda para pengasuh di panti asuhan memberikan didikan, ajaran, dan perhatian yang sama tanpa membeda-bedakan yang satu dengan yang lainnya.

Sementara itu, Suster Yustin juga mengatakan bahwa sebagai pengasuh di panti ini memang harus benar-benar siap mengabdikan diri untuk anak-anak disini. Para pengasuh harus hidup bersama dengan anak-anak, seperti makan bersama, belajar bersama, berdoa bersama, melakukan ibadah bersama.

“kita sebagai pengasuh harus siap siaga dalam menjaga anak-anak disini. Untuk bisa tahu apa yang mereka rasakan dan inginkan, kita harus siap masuk ke dunia mereka sehingga kita tahu apa yang mereka butuhkan. Mungkin awalnya hal ini sulit untuk dilakukan, tapi suka atau tidak suka, mau tidak mau harus kita lakukan demi anak-anak disini” tegas Yustin.

Hak Cipta © Universitas Kristen Indonesia