E-mail: fisipol@uki.ac.id | Call: +021-80886884  

RUANG RASIO "Kuliah Online : Mengesankan atau Membosankan ?"

Jakarta, Kamis, 18 Maret 2021– UKM aktif Fisipol UKI, FISIPOL Thinkers Club yang berbasis pada riset dan kajian kembali melaksanakan kegiatan diskusi rutin UKM, yakni Ruang Rasio dengan topik “Kuliah Online: Mengesankan atau Membosankan ?” Diskusi ini diadakan secara online melalui aplikasi Teams, pada Kamis 18 Maret 2021, Pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB. Diskusi kali ini yang dimoderatori oleh Sifra, anggota aktif UKM Fisipol Thinkers Club (FTC) UKI diikuti oleh anggota UKM, serta turut hadir pula Darynaufal Mulyaman, S.S., M.Si selaku pembimbing UKM FTC dan dosen HI (Hubungan Internasional) UKI.

Wabah Corona Virus Disease atau yang kerap disebut Covid-19 telah masuk ke Indonesia sejak maret 2020. Virus ini telah membuat sejumlah jenjang pendidikan mengalami gangguan dalam kegiatan belajar mengajar. Seluruh kegiatan belajar tatap muka ditiadakan dan dialihkan menggunakan konsep pembelajaran daring/online. Dalam rangka memutuskan rantai penularan Covid-19, Pemerintah mewajibkan penerapan sistem online atau virtual tanpa tatap muka langsung pada civitas akademika kampus, baik itu tenaga pendidik, tenaga kepegawaian dan mahasiswa. Sebuah metode pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran online salah satunya adalah Blended Learning. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan, serta meningkatkan akses yang adil dan memperluas kesempatan pendidikan. Pembelajaran jarak jauh dengan penjamin mutu yang baik dan terselenggara sesuai dengan kebutuhan stakeholders merupakan salah satu mekanisme perluasan akses pendidikan tinggi.

Kegiatan pembelajaran ini dapat di akses dimana saja dan kapan saja sesuai waktu yang disepakati. Untuk materi perkuliahan dapat diakses dengan mudah melalui internet. Sistem pembelajaran seperti ini lebih santai dan dengan caranya masing-masing saat mengikuti kelas online. Namun di sisi lain, seiringnya waktu berjalan sebagian besar mahasiswa menyuarakan keluh kesahnya dengan sistem ini karena kuliah online terkesan monoton, tugas yang diberikan bertambah dan mahasiswa mengalami kelelahan menatap layar ketika melakukan kuliah online terus menerus. Pak Darynaufal selaku Pembina UKM Fisipol Thinkers Club sekaligus narasumber pada diskusi ini juga mengungkapkan bahwa kegiatan belajar mengajar melalui daring ini telah membuat para peserta didik mengalami kelelahan dan kebosanan yang cukup signifikan. Hal ini terlihat dari sedikitnya partisipasi serta respon para mahasiswa dalam kegiatan belajar mengajar ini.

Kemudiaan Pak Dary juga menjelaskan bahwa minimnya respon para mahsiswa dalam diskusi berdampak kepada sulitnya para dosen memastikan materi yang diajarkan dapat diserap baik atau tidak oleh para mahasiswa. Maka dari itu, sebaiknya permasalahan perkuliahan daring ini  harus segera dicarikan solusinya agar mutu pendidikan tidak menurun dan minat mahasiswa meningkat dalam pembelajaran online. Diskusi ini kemudiaan berlanjut dengan penyampaian opini para anggota UKM. Secara umum para peserta diskusi mayoritas setuju bahwa kuliah online yang telah berlangsung selama setahun ini telah membuat mereka kelelahan dan merasa kebosanan, hal ini berdampak kepada penurunan minat, semangat serta kualitas dalam pembelajaran. Namun dipihak lain, adanya kuliah online terdapat dampak positif yakni dapat melakukan kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan diri seperti mengajukan magang, mengambil beberapa pekerjaan paruh waktu, mengikuti webinar dan sebagainya.

 

 

Hak Cipta © Universitas Kristen Indonesia