VISI 

 

          Menjadi Program Studi Ilmu Hubungan Internasional yang bermutu, mandiri, dan inovatif bidangTridarma dalam kajian Hubungan Internasional dan Pembangunan Berkelanjutan kawasan Asia Pasifik sesuai nilai-nilai kristiani dan Pancasila di Asia Tenggara pada tahun 2030.

MISI

  • Melaksanakan nilai-nilai kristiani dan Pancasila dalam kegiatan belajar mengajar mengenai Hubungan Internasional dan Pembangunan Berkelanjutan kawasan Asia Pasifik.
  • Meningkatkan mutu pembelajaran, penelitian, dan pengabdian serta sistem pelayanan akademik dan non-akademik dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang berbasis pada tata kelola dan tata pamong program studi yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab, adil, dan berkelanjutan agar menjadi prodi yang bermutu, mandiri, dan inovatif.
  • Meningkatkan mutu mahasiswa dan lulusan yang ahli dalam bidang Ilmu HI yang dipelajari dengan integritas dan kompetensi yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.
  • Membudayakan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dalam Tridharma Perguruan Tinggi pada setiap kegiatan akademik/non-akademik Prodi Ilmu HI.
  • Mengembangkan kerja sama dengan prodi atau lembaga mengenai Ilmu Hubungan Internasional dan lembaga gerejawi pada tingkat nasional dan internasional guna mewujudkan prodi Ilmu HI yang bermutu, mandiri, dan inovatif dalam bidang tridharma yang berkelanjutan.

TUJUAN

  • Terlaksananya nilai-nilai kristiani dan Pancasila dalam kegiatan belajar mengajar mengenai Hubungan Internasional dan Pembangunan Berkelanjutan kawasan Asia Pasifik.
  • Tercapainya mutu pembelajaran, penelitian, dan pengabdian serta sistem pelayanan akademik dan non-akademik dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang berbasis pada tata kelola dan tata pamong program studi yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab, adil, dan berkelanjutan agar menjadi prodi yang bermutu, mandiri, dan inovatif.
  • Tercapainya mutu mahasiswa dan lulusan yang ahli dalam bidang Ilmu HI yang dipelajari dengan integritas dan kompetensi yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.
  • Tercapainya budaya kerja yang berlandaskan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dalam Tridharma Perguruan Tinggi pada setiap kegiatan akademik/non-akademik Prodi Ilmu HI.
  • Terciptanya kerja sama dengan prodi atau lembaga mengenai Ilmu Hubungan Internasional dan lembaga gerejawi pada tingkat nasional dan internasional guna mewujudkan prodi Ilmu HI yang bermutu, mandiri, dan inovatif dalam bidang tridharma yang berkelanjutan.

PROFIL LULUSAN​​​​​​

  • Pelaku Diplomasi,  menjadi pelaku diplomasi dalam berbagai bidang yaitu bisa meniti karier diplomasi pada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, maupun menjalankan fungsi-fungsi diplomasi dalam bdiang pekerjaan yang lain baik di Pemerintahan Daerah dalam hubungan luar negeri maupun lembaga internasional.
  • Peneliti Hubungan Internasional, sebagai lulusan yang mampu melakukan tugas penelitian atau analisis dalam bidang hubungan internasional maupun spesialisasinya (Pembangunan berkelanjutan dalam bidang Ekonomi, Lingkungan, Politik-Keamanan di lembaga pemerintah, pendidikan, penelitian, bisnis, maupun lembaga independen untuk kepentingan lembaga maupun akademik secara luas.
  • Penulis Hubungan Internasional, sebagai lulusan HI yang mampu melakukan penulisan hasil penelitian, hasil kajian, observasi atau menjadi penulis/kolumnis masalah-masalah hubungan internasional dan pembangunan berkelanjutan, baik sebagai penulis lepas (freelancer) maupun penulis tetap pada media surat kabar, media online, maupun lembaga pemerintah, swasta maupun masyarakat sipil (NGO, Yayasan).
  • Pelaku Kerja Sama Internasional, sebagai lulusan yang mampu melakukan fungsi kerja sama dalam kontek kerja sama antar negara, lembaga internasional, maupun lembaga pendidikan dengan fungsi spesifik sebagai:
    • Programmer – mampu merancang program kegiatan dalam suatu lembaga dan melakukan tahap-tahap perencanaan suatu program kerja sama
    • Negotiator – mampu melakukan negosiasi bila ada suatu perbedaan kepentingan dalam konteks hubungan kerja sama, perdagangan, konflik dan mengusahakan titik temu antara berbagai pihak yang berbeda posisi dan kepentingan atau dalam situasi konflik.
    • Advokator – mampu melakukan fungsi advokasi yaitu menyampaikan dan memperjuangkan kepentingan kelompok yang perlu diperhatikan dalam konteks masalah-masalah HAM, kepentingan publik dan kepentingan lingkungan global umat manusia di berbagai sektor.
    • Fund Raiser – mampu melakukan fungsi penggalangan dana untuk suatu kepentingan kemanusiaan yang luas dengan meyakinkan masyarakat, donator mauun lembaga dana internasional
    • Public Relations/Campaigner – mampu menjembatani dan melakukan sosialisasi maupun komunikasi mengenai visi, misi dan program suatu lembaga agar dapat dimengerti oleh para pemangku kepentingan atau publik secara lebih luas dengan tujuan untuk mengajak masyarakat mendukung kegiatan tersebut yang bertujuan untuk kesejahteraan kelompok masyarakat juga.